barang kali ada hal yang lebih menarik jika dibandingkan dengan sebuah pertandingan, atau mungkin apa yang ada dalam benak kalian.
popda sudah selesai, smp maupun sma. lumayan untuk kali ini smp menyumbang 1 emas dan satu perak serta tiga perunggu. lalu sma menyumbang 1 perak dan 4 perunggu.
kalau dilihat dari kuantitas latihan aku bilang kurang apalagi dari segi kualitas. buat para atlet, tingkatkan motivasi latihan, dan untuk para senior, tingkatkan kualitas kalian dalam melatih.
Minggu, 29 Maret 2009
Selasa, 17 Maret 2009
tetap kompak n semangat latian
hei..hei...hei...
saudara-saudara seperguruanku yang ada di jatilawang, wangon, dan sekitarnya. apa kabar? jaga selalu kekompakkan dalam berlatih, jangan sampai males latihan, n yang terpenting jangan pada mikirin pacaran terus, terutama yang punya pacar sesama anak merpati putih, satu kolat lagi.
jadikanlah pemompa semangat dan bukan sebaliknya. ok, yang terpenting jaga terus nama baik perguruan. n jaga keutuhan kolat.
keep your spirit.
saudara-saudara seperguruanku yang ada di jatilawang, wangon, dan sekitarnya. apa kabar? jaga selalu kekompakkan dalam berlatih, jangan sampai males latihan, n yang terpenting jangan pada mikirin pacaran terus, terutama yang punya pacar sesama anak merpati putih, satu kolat lagi.
jadikanlah pemompa semangat dan bukan sebaliknya. ok, yang terpenting jaga terus nama baik perguruan. n jaga keutuhan kolat.
keep your spirit.
Selasa, 10 Februari 2009
Kamis, 01 Januari 2009
tradisi tahunan merpati putih
tradisi tahunan merpati putih akan digelar pada 24-25januari 2009 di pagupon merpati putih di pantai parang kusumo yogyakarta.
Sabtu, 22 November 2008
buka kolat baru
merpati putih kolat jatilawang kini telah membuka kelompok latihan baru yakni bertempat di SMP N 1 Jatilawang. sebagai salah satu upaya untuk menjaga sekaligus melestarikan budaya indonesia antara lain dengan memasyarakatkan pencak silat di kalangan remaja yang nota bene kurang tertarik dengan hal-hal yang bersifat tradisional. dengan asistan pelatih mas trianto dibanto co. asistan pelatih mas joko prasakti kolat SMP N 1 Jatilawang menggelar latihan setiap hari selasa dan sabtu pada pukul 14.00-16.00WIB di lapangan depan SMP N 1 Jatilawang.
selain dari pelajar SMP N 1 Jatilawang, peminatnya pun datang dari luar antara lain STM Karya Teknologi.
pencak silat sebagai salah satu akar budaya bangsa indonesia memang sudah selayaknya untuk dilestarikan agar tidak tergusur oleh beladiri asing yang kian marak masuk ke indonesia. dengan kemasan yang menarik, pps betako merpati putih sanggup menarik minat masyarakat di daerah banyumas untuk melestarikannya. bahkan tidak menutup kemungkinan akan dibuka kolat-kolat baru di sekitar jatilawang. mohon do'anya.
selain dari pelajar SMP N 1 Jatilawang, peminatnya pun datang dari luar antara lain STM Karya Teknologi.
pencak silat sebagai salah satu akar budaya bangsa indonesia memang sudah selayaknya untuk dilestarikan agar tidak tergusur oleh beladiri asing yang kian marak masuk ke indonesia. dengan kemasan yang menarik, pps betako merpati putih sanggup menarik minat masyarakat di daerah banyumas untuk melestarikannya. bahkan tidak menutup kemungkinan akan dibuka kolat-kolat baru di sekitar jatilawang. mohon do'anya.
Kamis, 16 Oktober 2008
Istilah-istilah dalam Merpati Putih
oleh Dwi s. wibowo(mas bonx)
PPS BETAKO MERPATI PUTIH, merupakan singkatan dari Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih.
MERPATI PUTIH, merupakan singkatan dari Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening, dalam bahasa indonesia-nya adalah mencari sampai mendapatkan tindakan yang benar dengan keheningan.
Calon Anggota, merupakan sebutan bagi seseorang yang baru bergabung dalam Perguruan Pencak Silat BETAKO Merpati Putih dengan sabuk dasar warna putih.
Anggota, merupakan sebutan bagi seseorang yang telah melewati masa pembajaan dan pelantikan dalam kenaikan tingkat Merpati Putih dengan sabuk dasar warna merah.
Pembajaan Merpati Putih, adalah proses pengenalan bagi calon anggota kepada materi-materi latihan Merpati Putih yang berguna untuk penguatan fisik dan mental. Pembajaan ini hanya dilakukan sekali seumur hidup, yaitu ketika calon anggota akan dilantik menjadi anggota Merpati Putih (Dari sabuk dasar putih ke sabuk dasar merah).
Pelantikan Merpati Putih, adalah proses upacara resmi kenaikan tingkat. Dengan adanya pelantikan ini, maka anggota atau calon anggota akan menyandang tingkat yang telah diperolehnya secara resmi.
Tradisi Merpati Putih, adalah acara napak tilas Guru Besar Merpati Putih ketika menerima ilmu dari Sang Guru. Pada acara ini, seluruh anggota Merpati Putih dari seluruh dunia berkumpul untuk mengulang kembali jejak-jejak latihan dari Guru Besar Merpati Putih. Acara ini dilakukan di daerah parang kusumo, Bantul, Yogyakarta.
Guru Besar Merpati Putih, adalah sebutan bagi kakak beradik Mas Pung dan Mas Budi (Alm). Sebutan Guru Besar diberikan karena mereka berdua memiliki peran yang sangat besar dalam memajukan Merpati Putih di dunia persilatan Indonesia bahkan dunia.
Sang Guru, adalah sebutan bagi Pak Sarengat (Alm) ayah dari kakak beradik Mas Pung dan Mas Budi (Alm). Beliau merupakan keturunan dari pewaris ilmu kanuragan kerajaan mataram, yaitu Merpati Putih yang kemudian meneruskan ilmu tersebut kepada kedua anaknya.
Uji Coba, adalah acara yang dilakukan untuk melakukan pengujian kepada anggota atau calon anggota Merpati Putih dengan materi ujian kenaikan tingkat. Dengan adanya uji coba ini, diharapkan peserta ujian kenaikan tingkat dapat lebih mempersiapkan diri.
Ujian Kenaikan Tingkat, adalah ujian yang menentukan apakah anggota atau calon anggota Merpati Putih dapat naik tingkat ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak. Ujian ini dilakukan dalam 2 sesi, yaitu ujian tata gerak dan ujian stamina. Untuk tingkatan Balik I ke atas, maka akan ditambah dengan ujian getaran dan akan terus bertambah untuk tingkatan yang lebih tinggi.
Ujian tata gerak, dilakukan dengan menguji gerak dasar, rangkaian gerak praktis, rangkaian gerak terikat, tangkap kunci dan pelepasan tangkap kunci sesuai dengan tingkatan yang akan diuji. Untuk anggota, yaitu sabuk dasar berwarna merah akan ditambah dengan ujian tarung bebas.
Gerak Dasar, adalah suatu rangkaian gerak yang digunakan sebagai dasar untuk membentuk karakter tata gerak sesuai tingkatannya. Secara garis besar rangkaian tata gerak meliputi pukulan, sodokan, tendangan, tangkisan dan totokan.
Rangkaian Gerak Praktis, adalah suatu rangkaian yang dapat digunakan secara praktis karena mengandung gerak dasar yang sangat sederhana, sehingga nantinya dapat diaplikasikan secara cepat.
Rangkaian Gerak Terikat, adalah suatu rangkaian gabungan yang menyatukan seluruh gerak dasar, rangkaian gerak praktis dan tangkap kunci sesuai dengan tingkatannya. Dengan adanya rangkaian gerak terikat, anggota atau calon anggota dapat lebih terbiasa dalam melakukan pertarungan beladiri nantinya.
Tangkap kunci, adalah gerakan untuk menangkap lawan dan menguncinya sehingga lawan tidak dapat melakukan gerakan apapun (keadaan terkunci).
Pelepasan Tangkap Kunci, adalah gerakan yang digunakan untuk melepaskan bila suatu saat lawan akan mengunci diri kita.
Tarung bebas, adalah pertarungan tanpa menggunakan body protector (khusus pria) dengan peraturan standar Merpati Putih (bukan IPSI). Akan tetapi dalam pertarungan ini masih dibatasi untuk tidak menyerang bagian vital yang dapat membahayakan. Dengan meningkatnya kualitas fisik dan mental para anggota Merpati Putih, maka diharapkan dengan pertarungan ini dapat lebih membiasakan diri dalam mengaplikasikan gerakan silat Merpati Putih.
Getaran, adalah ciri khas Merpati Putih yang tidak dapat ditemui pada perguruan pencak silat lainnya. Getaran dalam Merpati Putih sangat luas, beberapa diantaranya adalah getaran tutup mata, getaran pengobatan, getaran pematahan benda dan getaran lainnya.
Getaran Tutup Mata, adalah sebagian kecil ilmu getaran dari Merpati Putih dimana sesorang dapat melihat keadaan sekitarnya dengan cara tutup mata. Ilmu ini tidak hanya dapat digunakan oleh orang normal, tetapi juga dapat digunakan oleh orang yang tuna netra sejak lahir. Ilmu getaran ini dapat dipelajari pada tingakatan Balik I (Tingkat 3 dalam Merpati Putih). Pada tingkatan Merpati Putih yang lebih tinggi, seseorang yang menguasai getaran tutup mata ini tidak hanya dapat melihat keadaan sekitarnya saja, akan tetapi dapat melihat orang atau benda atau lainnya pada jarak yang sangat jauh bahkan tersembunyi sekalipun sehingga jarak tidak terikat oleh waktu. Selain itu pada getaran tutup mata ini, karena sangat bersinggungan dengan hal-hal yang bersifat metafisika, maka sangatlah mungkin seseorang yang menguasai ilmu ini dapat melihat sesuatu hal yang bersifat halus.
Getaran Pengobatan, adalah ilmu pengobatan yang memanfaatkan tenaga dalam yang telah dilatih pada latihan reguler Merpati Putih. Umumnya anggota Merpati Putih dapat melakukan getaran pengobatan, artinya dapat menyembuhkan diri sendiri maupun orang lain. Akan tetapi orang yang berbakat pada getaran pengobatan akan lebih efektif atau lebih cepat dalam menyembukan penyakit dibandingkan yang tidak berbakat. Pada tingkatan Merpati Putih yang lebih tinggi, seseorang dapat menyembuhakan penyakit dalam jarak jauh.
Getaran Pematahan Benda, adalah ilmu yang digunakan untuk melakukan pematahan benda keras yang tidak hanya cukup dengan menggunakan fisik, dan tenaga dalam saja. Dengan menggunakan ilmu getaran ini, maka benda yang keras sekalipun dapat dipatahkan hanya dengan menyentuhnya bukan dengan pukulan yang keras
oleh Dwi s. wibowo(mas bonx)
PPS BETAKO MERPATI PUTIH, merupakan singkatan dari Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih.
MERPATI PUTIH, merupakan singkatan dari Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening, dalam bahasa indonesia-nya adalah mencari sampai mendapatkan tindakan yang benar dengan keheningan.
Calon Anggota, merupakan sebutan bagi seseorang yang baru bergabung dalam Perguruan Pencak Silat BETAKO Merpati Putih dengan sabuk dasar warna putih.
Anggota, merupakan sebutan bagi seseorang yang telah melewati masa pembajaan dan pelantikan dalam kenaikan tingkat Merpati Putih dengan sabuk dasar warna merah.
Pembajaan Merpati Putih, adalah proses pengenalan bagi calon anggota kepada materi-materi latihan Merpati Putih yang berguna untuk penguatan fisik dan mental. Pembajaan ini hanya dilakukan sekali seumur hidup, yaitu ketika calon anggota akan dilantik menjadi anggota Merpati Putih (Dari sabuk dasar putih ke sabuk dasar merah).
Pelantikan Merpati Putih, adalah proses upacara resmi kenaikan tingkat. Dengan adanya pelantikan ini, maka anggota atau calon anggota akan menyandang tingkat yang telah diperolehnya secara resmi.
Tradisi Merpati Putih, adalah acara napak tilas Guru Besar Merpati Putih ketika menerima ilmu dari Sang Guru. Pada acara ini, seluruh anggota Merpati Putih dari seluruh dunia berkumpul untuk mengulang kembali jejak-jejak latihan dari Guru Besar Merpati Putih. Acara ini dilakukan di daerah parang kusumo, Bantul, Yogyakarta.
Guru Besar Merpati Putih, adalah sebutan bagi kakak beradik Mas Pung dan Mas Budi (Alm). Sebutan Guru Besar diberikan karena mereka berdua memiliki peran yang sangat besar dalam memajukan Merpati Putih di dunia persilatan Indonesia bahkan dunia.
Sang Guru, adalah sebutan bagi Pak Sarengat (Alm) ayah dari kakak beradik Mas Pung dan Mas Budi (Alm). Beliau merupakan keturunan dari pewaris ilmu kanuragan kerajaan mataram, yaitu Merpati Putih yang kemudian meneruskan ilmu tersebut kepada kedua anaknya.
Uji Coba, adalah acara yang dilakukan untuk melakukan pengujian kepada anggota atau calon anggota Merpati Putih dengan materi ujian kenaikan tingkat. Dengan adanya uji coba ini, diharapkan peserta ujian kenaikan tingkat dapat lebih mempersiapkan diri.
Ujian Kenaikan Tingkat, adalah ujian yang menentukan apakah anggota atau calon anggota Merpati Putih dapat naik tingkat ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak. Ujian ini dilakukan dalam 2 sesi, yaitu ujian tata gerak dan ujian stamina. Untuk tingkatan Balik I ke atas, maka akan ditambah dengan ujian getaran dan akan terus bertambah untuk tingkatan yang lebih tinggi.
Ujian tata gerak, dilakukan dengan menguji gerak dasar, rangkaian gerak praktis, rangkaian gerak terikat, tangkap kunci dan pelepasan tangkap kunci sesuai dengan tingkatan yang akan diuji. Untuk anggota, yaitu sabuk dasar berwarna merah akan ditambah dengan ujian tarung bebas.
Gerak Dasar, adalah suatu rangkaian gerak yang digunakan sebagai dasar untuk membentuk karakter tata gerak sesuai tingkatannya. Secara garis besar rangkaian tata gerak meliputi pukulan, sodokan, tendangan, tangkisan dan totokan.
Rangkaian Gerak Praktis, adalah suatu rangkaian yang dapat digunakan secara praktis karena mengandung gerak dasar yang sangat sederhana, sehingga nantinya dapat diaplikasikan secara cepat.
Rangkaian Gerak Terikat, adalah suatu rangkaian gabungan yang menyatukan seluruh gerak dasar, rangkaian gerak praktis dan tangkap kunci sesuai dengan tingkatannya. Dengan adanya rangkaian gerak terikat, anggota atau calon anggota dapat lebih terbiasa dalam melakukan pertarungan beladiri nantinya.
Tangkap kunci, adalah gerakan untuk menangkap lawan dan menguncinya sehingga lawan tidak dapat melakukan gerakan apapun (keadaan terkunci).
Pelepasan Tangkap Kunci, adalah gerakan yang digunakan untuk melepaskan bila suatu saat lawan akan mengunci diri kita.
Tarung bebas, adalah pertarungan tanpa menggunakan body protector (khusus pria) dengan peraturan standar Merpati Putih (bukan IPSI). Akan tetapi dalam pertarungan ini masih dibatasi untuk tidak menyerang bagian vital yang dapat membahayakan. Dengan meningkatnya kualitas fisik dan mental para anggota Merpati Putih, maka diharapkan dengan pertarungan ini dapat lebih membiasakan diri dalam mengaplikasikan gerakan silat Merpati Putih.
Getaran, adalah ciri khas Merpati Putih yang tidak dapat ditemui pada perguruan pencak silat lainnya. Getaran dalam Merpati Putih sangat luas, beberapa diantaranya adalah getaran tutup mata, getaran pengobatan, getaran pematahan benda dan getaran lainnya.
Getaran Tutup Mata, adalah sebagian kecil ilmu getaran dari Merpati Putih dimana sesorang dapat melihat keadaan sekitarnya dengan cara tutup mata. Ilmu ini tidak hanya dapat digunakan oleh orang normal, tetapi juga dapat digunakan oleh orang yang tuna netra sejak lahir. Ilmu getaran ini dapat dipelajari pada tingakatan Balik I (Tingkat 3 dalam Merpati Putih). Pada tingkatan Merpati Putih yang lebih tinggi, seseorang yang menguasai getaran tutup mata ini tidak hanya dapat melihat keadaan sekitarnya saja, akan tetapi dapat melihat orang atau benda atau lainnya pada jarak yang sangat jauh bahkan tersembunyi sekalipun sehingga jarak tidak terikat oleh waktu. Selain itu pada getaran tutup mata ini, karena sangat bersinggungan dengan hal-hal yang bersifat metafisika, maka sangatlah mungkin seseorang yang menguasai ilmu ini dapat melihat sesuatu hal yang bersifat halus.
Getaran Pengobatan, adalah ilmu pengobatan yang memanfaatkan tenaga dalam yang telah dilatih pada latihan reguler Merpati Putih. Umumnya anggota Merpati Putih dapat melakukan getaran pengobatan, artinya dapat menyembuhkan diri sendiri maupun orang lain. Akan tetapi orang yang berbakat pada getaran pengobatan akan lebih efektif atau lebih cepat dalam menyembukan penyakit dibandingkan yang tidak berbakat. Pada tingkatan Merpati Putih yang lebih tinggi, seseorang dapat menyembuhakan penyakit dalam jarak jauh.
Getaran Pematahan Benda, adalah ilmu yang digunakan untuk melakukan pematahan benda keras yang tidak hanya cukup dengan menggunakan fisik, dan tenaga dalam saja. Dengan menggunakan ilmu getaran ini, maka benda yang keras sekalipun dapat dipatahkan hanya dengan menyentuhnya bukan dengan pukulan yang keras
LATAR BELAKANG KEILMUAN
I. TENAGA / POWER
Mematahkan beberapa batang es balok, memecahkan batu kali, menghancurkan 5 (lima) tangkai pompa dragon dalam sekali nafas adalah hal yang biasa dilakukan Merpati Putih. Hal ini dikarenakan salah satu teknik beladiri dalam Merpati Putih adalah berupa penyaluran tenaga pada setiap organ tubuh yang dapat dicapai dengan latihan pernafasan dan tenaga fisik. Jadi dalam Merpati Putih latihan yang dilaksanakan merupakan latihan pernafasan dan olah raga murni atau latihan fisik secara teratur.
Sistem latihan pernafasan di Merpati Putih ini mempunyai manfaat ganda, selain untuk memperoleh tenaga yang kuat juga membantu menyembuhkan suatu penyakit. Terutama penyakit yang ditimbulkan oleh jantung atau tidak adanya keseimbangan metabolisme tubuh, seperti kadar kolesterol tinggi, asma, alergi, dan penyakit lain pada umumnya.
II. GETARAN
Salah satu kelebihan Merpati Putih dibandingkan perguruan lain adalah pada getaran. Dapat dikatakan bahwa saat ini perguruan pencak silat di Indonesia yang mempelajari getaran secara murni dan ilmiah baru Merpati Putih. Dengan mempelajari getaran secara tekun, selain memperoleh tenaga getaran yang besar, seorang anggota Merpati Putih dapat pula melakukan beberapa hal yang kelihatannya mustahil. Antara lain dengan mata tertutup dapat mendeteksi benda yang tersembunyi atau mengantisipasi orang dan membaca situasi.
Dalam kehidupan sehari-hari, manfaat getaran ini adalah untuk pengobatan. Pengobatan dengan getaran ini dapat dilakukan secara langsung ataupun dengan jarak jauh. Manfaat lain adalah untuk melatih kepekaan para tunanetra sehingga mereka tidak tergantung pada alat bantu dan dapat melakukan sesuatu seperti mereka yang tidak buta. Dengan mempelajari getaran ini para tunanetra akan mampu membaca dan berjalan seperti halnya orang normal. Yang terpenting latihan pernafasan Merpati Putih mempunyai efek positif, diantaranya yaitu seusai latihan badan tidak akan terasa lelah, bahkan sebaliknya akan terasa segar.
HAKEKAT TENAGA DALAM
Berbagai istilah digunakan untuk tenaga dalam tergantung dari aspek pendekatannya. Bagi mereka yang berpandangan sempit, hanya mengetahui dari aspek pendekatan dirinya dan cenderung menyalahkan orang lain. Tenaga dalam adalah tenaga dari badan halus (badan bioplasmik) yang dapat dikerahkan dan diarahkan oleh niat dari batin. Tenaga ini merupakan energi yang tergolong dalam bioelektromagnetik, sehingga dapat diambil gambarnya dengan teknik elektrografi dari Kirlian atau elektromagnetik aura fotografi. Dalam foto-foto ini dapat diketahui berbagai keadaan badan halus; tentunya oleh orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dan seni ketrampilan (science and art) untuk itu.
Bila tenaga badan kasar diperoleh dari makanan dan minuman serta oksigen yang dihirup manusia, maka tenaga badan halus diperoleh dari bioplasma yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan hijau dan masuk ke badan halus melalui pernafasan. Jadi oksigen untuk badan kasar, sedang bioplasma atau prana untuk badan halus.
Seperti halnya tenaga luar, tenaga dalam mempunyai kemampuan untuk mengetahui maupun mempengaruhi lingkungan. Dalam bidang kesehatan tenaga dalam digunakan untuk tujuan kesehatan, baik daya untuk mengetahui maupun daya untuk mempengaruhi. Gangguan kesehatan badan halus (seperti halnya badan kasar) dapat terjadi secara kualitatif maupun kuantitatif, yang disebabkan dari hubungan dengan lingkungan. Gangguan pada badan halus nantinya akan dapat menimbulkan gangguan pada badan kasar. Hal inilah yang perlu diketahui untuk mempergunakan tenaga dalam di bidang kesehatan.
I. TENAGA / POWER
Mematahkan beberapa batang es balok, memecahkan batu kali, menghancurkan 5 (lima) tangkai pompa dragon dalam sekali nafas adalah hal yang biasa dilakukan Merpati Putih. Hal ini dikarenakan salah satu teknik beladiri dalam Merpati Putih adalah berupa penyaluran tenaga pada setiap organ tubuh yang dapat dicapai dengan latihan pernafasan dan tenaga fisik. Jadi dalam Merpati Putih latihan yang dilaksanakan merupakan latihan pernafasan dan olah raga murni atau latihan fisik secara teratur.
Sistem latihan pernafasan di Merpati Putih ini mempunyai manfaat ganda, selain untuk memperoleh tenaga yang kuat juga membantu menyembuhkan suatu penyakit. Terutama penyakit yang ditimbulkan oleh jantung atau tidak adanya keseimbangan metabolisme tubuh, seperti kadar kolesterol tinggi, asma, alergi, dan penyakit lain pada umumnya.
II. GETARAN
Salah satu kelebihan Merpati Putih dibandingkan perguruan lain adalah pada getaran. Dapat dikatakan bahwa saat ini perguruan pencak silat di Indonesia yang mempelajari getaran secara murni dan ilmiah baru Merpati Putih. Dengan mempelajari getaran secara tekun, selain memperoleh tenaga getaran yang besar, seorang anggota Merpati Putih dapat pula melakukan beberapa hal yang kelihatannya mustahil. Antara lain dengan mata tertutup dapat mendeteksi benda yang tersembunyi atau mengantisipasi orang dan membaca situasi.
Dalam kehidupan sehari-hari, manfaat getaran ini adalah untuk pengobatan. Pengobatan dengan getaran ini dapat dilakukan secara langsung ataupun dengan jarak jauh. Manfaat lain adalah untuk melatih kepekaan para tunanetra sehingga mereka tidak tergantung pada alat bantu dan dapat melakukan sesuatu seperti mereka yang tidak buta. Dengan mempelajari getaran ini para tunanetra akan mampu membaca dan berjalan seperti halnya orang normal. Yang terpenting latihan pernafasan Merpati Putih mempunyai efek positif, diantaranya yaitu seusai latihan badan tidak akan terasa lelah, bahkan sebaliknya akan terasa segar.
HAKEKAT TENAGA DALAM
Berbagai istilah digunakan untuk tenaga dalam tergantung dari aspek pendekatannya. Bagi mereka yang berpandangan sempit, hanya mengetahui dari aspek pendekatan dirinya dan cenderung menyalahkan orang lain. Tenaga dalam adalah tenaga dari badan halus (badan bioplasmik) yang dapat dikerahkan dan diarahkan oleh niat dari batin. Tenaga ini merupakan energi yang tergolong dalam bioelektromagnetik, sehingga dapat diambil gambarnya dengan teknik elektrografi dari Kirlian atau elektromagnetik aura fotografi. Dalam foto-foto ini dapat diketahui berbagai keadaan badan halus; tentunya oleh orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dan seni ketrampilan (science and art) untuk itu.
Bila tenaga badan kasar diperoleh dari makanan dan minuman serta oksigen yang dihirup manusia, maka tenaga badan halus diperoleh dari bioplasma yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan hijau dan masuk ke badan halus melalui pernafasan. Jadi oksigen untuk badan kasar, sedang bioplasma atau prana untuk badan halus.
Seperti halnya tenaga luar, tenaga dalam mempunyai kemampuan untuk mengetahui maupun mempengaruhi lingkungan. Dalam bidang kesehatan tenaga dalam digunakan untuk tujuan kesehatan, baik daya untuk mengetahui maupun daya untuk mempengaruhi. Gangguan kesehatan badan halus (seperti halnya badan kasar) dapat terjadi secara kualitatif maupun kuantitatif, yang disebabkan dari hubungan dengan lingkungan. Gangguan pada badan halus nantinya akan dapat menimbulkan gangguan pada badan kasar. Hal inilah yang perlu diketahui untuk mempergunakan tenaga dalam di bidang kesehatan.
SEJARAH MERPATI PUTIH
lmu Merpati Putih diwariskan secara turun-temurun pada masa Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro di lingkungan keluarga. Latar belakang didirikannya PPS Betako Merpati Putih adalah hasil pengamatan Sang Guru, Saring Hadi Poernomo pada awal tahun 1960-an yang prihatin terhadap perkembangan kehidupan generasi muda yang terkotak-kotak membentuk kelompok-kelompok yang mencerminkan rapuhnya persatuan dan kesatuan bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah milik bangsa Indonesia, oleh karena itu setiap warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab, hak, dan kewajiban yang sama dalam melestarikan kehidupan bangsa dan mencapai tujuan negara. Seni budaya Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dibina dan dikembangkan guna memperkuat penghayatan dan pengamalan Pancasila, kepribadian bangsa, mempertebal harga diri dan kebanggaan nasional serta memperkokoh jiwa persatuan.
Atas dasar hal tersebut tergerak hati nurani beliau untuk berbuat sesuatu demi kecintaannya pada nusa, bangsa, dan negara. Sumbangsih beliau hanya didasari keyakinan bahwa "sikap dan perbuatan sekecil apapun, apabila dilandasi oleh itikad baik pasti akan ada hasilnya". Keyakinan tersebut hingga kini menjadi semboyan perguruan yaitu: SUMBANGSIHKU TAK SEBERAPA NAMUN KEIKHLASANKU NYATA.
Dalam mengembangkan ilmu beladiri ini Sang Guru mengamanatkan empat sikap, watak, dan perilaku yang harus ditumbuhkan yaitu: (1) rasa jujur dan welas asih, (2) percaya pada diri sendiri, (3) keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari, dan (4) menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan amanat Sang Guru, kedua pewaris yang juga puteranya, yaitu Poerwoto Hadi Poernomo dan Budi Santoso Hadi Poernomo bertekad mengambil langkah nyata dalam pengabdian kepada bangsa dan negara Republik Indonesia dengan mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu yang dimiliki keluarga untuk kepentingan nasional.
Atas berkat dan rakhmat dari Tuhan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, kedua pewaris membentuk Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH dengan filosofi MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING, yang secara harafiah berarti "Mencari sampai mendapat tindakan yang benar dalam ketenangan".
Pada periode 1995-1998 ini Ketua umum organisasi PPS Betako MERPATI PUTIH adalah Letjen TNI (Purn) Solihin GP, sedangkan Dewan Pembinanya adalah Bapak Surono, Bapak Tjokropranolo, Bapak Sugiarto, Bapak Ismail Saleh, SH., Bapak Ir. Azwar Anas, Bapak Ir. Hartarto, dan Bapak Eddy M. Nalapraya.
lmu Merpati Putih diwariskan secara turun-temurun pada masa Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro di lingkungan keluarga. Latar belakang didirikannya PPS Betako Merpati Putih adalah hasil pengamatan Sang Guru, Saring Hadi Poernomo pada awal tahun 1960-an yang prihatin terhadap perkembangan kehidupan generasi muda yang terkotak-kotak membentuk kelompok-kelompok yang mencerminkan rapuhnya persatuan dan kesatuan bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah milik bangsa Indonesia, oleh karena itu setiap warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab, hak, dan kewajiban yang sama dalam melestarikan kehidupan bangsa dan mencapai tujuan negara. Seni budaya Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dibina dan dikembangkan guna memperkuat penghayatan dan pengamalan Pancasila, kepribadian bangsa, mempertebal harga diri dan kebanggaan nasional serta memperkokoh jiwa persatuan.
Atas dasar hal tersebut tergerak hati nurani beliau untuk berbuat sesuatu demi kecintaannya pada nusa, bangsa, dan negara. Sumbangsih beliau hanya didasari keyakinan bahwa "sikap dan perbuatan sekecil apapun, apabila dilandasi oleh itikad baik pasti akan ada hasilnya". Keyakinan tersebut hingga kini menjadi semboyan perguruan yaitu: SUMBANGSIHKU TAK SEBERAPA NAMUN KEIKHLASANKU NYATA.
Dalam mengembangkan ilmu beladiri ini Sang Guru mengamanatkan empat sikap, watak, dan perilaku yang harus ditumbuhkan yaitu: (1) rasa jujur dan welas asih, (2) percaya pada diri sendiri, (3) keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari, dan (4) menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan amanat Sang Guru, kedua pewaris yang juga puteranya, yaitu Poerwoto Hadi Poernomo dan Budi Santoso Hadi Poernomo bertekad mengambil langkah nyata dalam pengabdian kepada bangsa dan negara Republik Indonesia dengan mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu yang dimiliki keluarga untuk kepentingan nasional.
Atas berkat dan rakhmat dari Tuhan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, kedua pewaris membentuk Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH dengan filosofi MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING, yang secara harafiah berarti "Mencari sampai mendapat tindakan yang benar dalam ketenangan".
Pada periode 1995-1998 ini Ketua umum organisasi PPS Betako MERPATI PUTIH adalah Letjen TNI (Purn) Solihin GP, sedangkan Dewan Pembinanya adalah Bapak Surono, Bapak Tjokropranolo, Bapak Sugiarto, Bapak Ismail Saleh, SH., Bapak Ir. Azwar Anas, Bapak Ir. Hartarto, dan Bapak Eddy M. Nalapraya.
Langganan:
Komentar (Atom)
